Fathull's Weblog


K3 ASPEK HUKUM KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA
Agustus 11, 2009, 4:46 pm
Filed under: Tidak terkategori

K3 ERGONOMI

 A. Latar Belakang

Posisi tubuh dalam melakukan suatu pekerjaaan sangat menentukan terbentuknya postur tubuh, bila mengerjakan suatu pekerjaan dengan posisi tubuh yang tidak nyaman (in awkward postures) atau dengan beban yang berlebihan, maka akan menimbulkan kelelahan (fatigue) dan kegelisahan (discomfort). Jika posisi tubuh pada kondisi seperti itu, maka otot, urat daging, persendian, syaraf, dan pembuluh darah dapat mengalami kerusakan. Luka-luka(Injuries) seperti ini dikenal sebagai kekacauan musculoskeletal (musculoskeletal disorders), atau MSDs.

MSDs dapat meningkatkan biaya usaha(the cost of doing business) baik secara langsung maupun tidak langsung. Biaya langsung meliputi jasa medis dan premi ganti-rugi para pekerja yang lebih tinggi. Biaya tak langsung dari bertambahnya shift pekerja, ketidakhadiran, dan pelatihan ulang bisa juga terjadi. Bisa juga berdampak pada produktivitas, mutu produk, dan moril pekerja. Estimasi/perhitungan menunjukkan bahwa biaya tak langsung yang berhubungan dengan MSDs, berkisar antara 4 sampai 10 kali lebih tinggi dibanding biaya langsung.

Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mengurangi atau mencegah mahalnya MSDs  dan menghindari  permasalahan seperti itu adalah menggunakan Ergonomi di dalam tempat kerja.

 B.     Tujuan

Ergonomi adalah suatu ilmu yang mempelajari interaksi manusia dengan lingkungan dan alat kerja yang digunakannya dalam bekerja sehingga dapat berperan untuk menyelesaikan masalah ketidakserasian manusia dengan peralatan yang dipakainya (Kaban, 2001:1).

 Ergonomi juga dapat diartikan sebagai ilmu yang mempelajari hubungan/keterkaitan antara manusia dan lingkungannya, yang secara sistematis dapat menciptakan sistem dan lingkungan kerja yang sesuai dengan manusia, dan pada akhirnya akan meningkatkan efisiensi, efektifitas kerja, serta dapat menciptakan lingkungan yang lebih aman, mapan, dan nyaman (Santoso, 2001:1).

Ergonomi adalah suatu studi tentang bagaimana meningkatkan  kecocokan antara kebutuhan phisik tempat kerja dan pekerja yang melaksanakan pekerjaan itu. Itu berarti mempertimbangkan variabilitas dalam kemampuan manusia ketika pemilihan, merancang, atau memodifikasi peralatan, perkakas, tugas kerja, dan lingkungan pekerjaan.

Kemampuan pekerja untuk melaksanakan tugas phisik  mungkin berbeda karena adanya perbedaan umur, kondisi badan, kekuatan, jenis kelamin, tinggi(stature) orang, dan faktor-faktor lain.

Dengan ergonomi, menuntut suatu tindakan proaktif dalam menyelesaikan permasalahan yang ada untuk meningkatkan tempat kerja. Pendekatan proaktif di dalam tempat kerja bisa sesederhana seperti: meninjau sekeliling, bertemu dengan pekerja, dan menanyakan pertanyaan seperti ini:

  • Apakah pekerja mempunyai gagasan tentang bagaimana cara meningkatkan produk dan membuat pekerjaan mereka lebih sedikit menuntut secara phisik dan lebih efisien?
  • Apakah karyawan yang bekerja dalam posisi tubuh yang nyaman misalnya, dengan tidak ada kegelisahan dan kelelahan yang berarti?

Ingat, merupakan hal terbaik untuk selalu melakukan yang berikut:

  • Mengambil tindakan secepatnya bila ada tanda-tanda peringatan (kelelahan karyawan atau kegelisahan, laporan permasalahan, atau untuk tingkat ketidakhadiran yang tinggi, dll.).
  • Jika mungkin, memperkecil faktor-faktor yang mungkin berakibat pada kekacauan musculoskeletal di tahap disain proses pekerjaan..

Tindakan awal penting sekali terutama ketika terlihat adanya MSDs sebab akan lebih mudah diatasi dan lebih murah. Sebagai contoh, biaya-biaya medis dan klaim ganti-rugi para pekerja  untuk kasus luka-luka/kerugian satu punggung yang serius bisa mencapai atau melebihi $ 85,000.

Gambar-gambar berikut menggambarkan beberapa cara praktis yang proaktif  dari pengusaha dan pekerja dalam meningkatkan tempat kerja mereka secara ergonomis. (fathul)



ALAT PELINDUNG DIRI
Agustus 11, 2009, 4:38 pm
Filed under: Tidak terkategori

ALAT PELINDUNG DIRI (PERSONAL PROTECTION EQUIPMENT)
DALAM KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA
Pendahuluan

Segala sesuatu yang kita kerjakan pasti akan mempengaruhi pada diri kita,  baik berpengaruh pada fisik maupun non fisik, untuk mencegah dampak yang dapat merugikan, maka perlu membentengi diri dengan alat pelindung diri, adapun yang harus  dan wajib di lindungi meliputi  mata, wajah, kepala, telinga, kaki, tangan, dan lengan serta seluruh tubuh, pelindung diri harus dipakai sesuai dengan kebutuhan masing-masing
Kebutuhan Akan Alat Pelindung Diri
  Alat pelindung diri di perlukan di tempat kerja jika:
* Lingkungan kerja berpotensi menimbulkan bahaya pada bagian tubuh pekerja.
* Proses pekerjaan berpotensi untuk menimbulkan bahaya pada bagian tubuh pekerja.
* Selama mereka bekerja, memungkin berhubungan dengan bahan-bahan kimia, radiasi atau iritasi mekanik yang   sangat membahayakan jiwa.
* Tidak bisa menghilangkan dan potensi pola pikir pada pekerja terhadap bahaya hanya dengan cara sistem enginering, praktek kerja, dan kontrol adminitrasi.

Sumber – sumber yang berpotensi untuk menimbulkan kecelakaan pada pekerja meliputi:
* Benda yang bisa jatuh dari atas.
* Pipa atau batang di tempat kerja.
* Cairan kimia.
* Sumber panas, kapasitas cahaya, suara dan debu.
* Peralatan atau material yang dapat menyebabkan beberapa partikel berterbangan.

Menyediakan Alat Pelindung Mata
* Alat pelindung mata harus melindungi dengan tepat terhadap bahaya – bahaya khusus yang ditemui di tempat kerja.
* Enak untuk dipakai.
* Tidak membatasi penglihatan dan gerakan.
* Harus tahan lama dan mudah dibersihkan
* Tidak harus bertentangan dengan fungsi – fungsi PPE yang diminta.
Jenis-jenis alat pelindung mata dan wajah:
* Kaca mata pengaman.
* Kaca mata impact & resistan.
* Pelindung wajah
* Kacamata gelap.
* Kacamata las.
* Kacamata pelindung sinar laser.
Menyediakan Alat Pelindung Kepala
* Ada benda yang jatuh dari atas langsung ke kepala kita.
* Bekerja pada listrik yang bersifat konduktor.
* Ada benda seperti pipa, batang di atas kepala.
Pada umumnya helm pelindung atau tutup kepala yang keras mempunyai kreteria sebagai berikut:
* Tahan terhadap penetrasi benda.
* Menyerap pukulan.
* Tahan terhadap air dan lambat untuk terbakar.
Menyediakan Alat Pelindung Kaki 
* Benda yang berat seperti barel atau perkakas yang dapat berputar atau jatuh menimpa kaki.
* Benda tajam seperti paku atau kawat berduri menembus telapak kaki atau bagian atas sepatu.
* Cairan baja yang mungkin mengenai kaki.
* Permukan yang panas dan basah.
* Permukaan yang licin.
Pelindung kaki yang harus dipilih sebagai berikut:
* Legging
* Metatarzal guard
* Toe guard
* Combination foot and shin guard
* Safety shoes

Menyediakan Alat Pelindung Lengan dan Tangan 

* Kebakaran.
* Abrasi.
* Bahaya terpotong.
* Kebocoran
* Retak
* Amputasi
* Bahan kimia

Menyediakan Alat Pelindung Telinga 
* Bagaimana kekuatan suara diukur dalam desibel (dBA).
* Apakah durasi suara yang didengan oleh pekerja sangat lama.
* Apakah pekerja bergerak diantara dua tempat kerja yang terpisah dengan tingkat suara yang berbeda.
* Apakah suata tersebut dihasilkan berasal dari satu sumber atau bermacam – macam sumber.




Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.